Yang Tak Hilang Dari Masa Lalu

editSelain taqwa dan keadilannya, apa yang paling menarik dari seorang laki-laki yang digelari Khulafaur Rasyidin kelima itu?

Gaya jalannya.

“Adalah para gadis” demikian imam Abdullah ibn Abdil Hakam merekam dalam karyanya yang bertajuk al Khalifatul Adil, “menjadikan gaya jalan Umur bin Abdul Aziz itu sebagai ukuran keanggunan dan pesona. Mereka berupaya keras melatihnya agar bisa berserupa dan membanggakannya. Inilah lenggang dan liuk langkah penuh gaya ala pemuda kebanggaan Bani Umayyah.” Continue reading “Yang Tak Hilang Dari Masa Lalu”

Tentang Salah

i-am-sorry-please-forgive-52650-14689Hidup adalah proses bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain.  Dalam setiap interaksi tentu akan banyak dinamika di sana. Adakalanya dalam interaksi itu, ada semangat berbagi dan semangat untuk memberi inspirasi. Namun ada juga saat, dalam interaksi yang menyisakan kekecewaan. Yah, begitulah hidup. Kita memang tidak ingin mengecewakan  orang lain, namun, terkadang tanpa kita sadari, keputusan kecil yang kita ambil, tanpa sadar telah melukai hati orang lain. Kesalahan  kecil yang kita buat telah meninggalkan kekecewaan di hati orang lain. Continue reading “Tentang Salah”

Tentang Rendah Hati

Berbicara tentang rendah hati berarti kita berbicara tentang menghormati orang lain. Kita tidak bisa rendah hati kalau kita tidak bisa menghormati orang lain. Bahkan, Tuhan sendiri bagitu memuliakan manusia.  “Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam” (Al Israa : 70) . Lalu mengapa kita tidak menghormati manusia. Bahkan kita diperintahkan untuk berjalan di muka bumi dengan rendah hati. “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan ketika orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (Al-Furqan : 63). Continue reading “Tentang Rendah Hati”

Kisah Amr Ibn Luhay dan Berhala

Ibrahim dan Ismail telah lama meninggal. Namun, ajarannya tetap di pegang teguh oleh kaumnya di Makkah, suku Jurhum. Ajaran tetap dipertahankan dengan Ka’bah sebagai rumah Allah yang sangat dihormati dan disucikan. Tetapi seiring berjalannya waktu ajaran tauhid yang mengajarkan manusia hanya menyembah kepada Allah mulai bergeser dan berubah. Continue reading “Kisah Amr Ibn Luhay dan Berhala”

Mata Air Zam-Zam dan Kota Mekah

Panas sengatan matahari begitu menyengat. Jazirah arab bagaikan gundukan  kepala tanpa rambut. Jangankan manusia, hewan pun sulit untuk hidup di sana. Karena memang di sana tidak air buat kehidupan. Wajar saja jika tidak ada orang yang tinggal di sana. Namun, siapa yang menyangka dari jazirah arab ini, peradaban manusia kemudian di bangun dan mempengaruhi dunia.

Di tengah terik matahari, ada seorang laki-laki dengan untanya membawa seorang perempuan dan seorang anak. Laki-laki yang kemudian di kenang sejarah sebagai bapak para peneriwa wahyu (Nabi). Dia adalah Ibrahim Alaihis Salam. Wanita yang di sampingnya tidak lain adalah isterinya hajar dan bayi  kecil itu adalah Ismail putera mereka. Ibrahim membawa isteri dan kedua anaknya ke tampat yang jauh dari tanah asalnya Palestina. Bukan untuk tinggal bersama, melainkan untuk ia tinggalkan. Maka tatkala sampai di tengah padang pasir itu, setelah berhenti, ia berjalan tanpa mengatakan apa-apa. Bukan karena ia marah, tetapi ia tidak sanggup, ia tidak enak hati untuk menyampaikan sama isterinya, kalau ia harus meninggalkan Hajar dan Ismail. Maka, yang ia pilih adalah berjalan tanpa berkata apa-apa. Continue reading “Mata Air Zam-Zam dan Kota Mekah”

Kebebasan, antara Islam dan Filsafat Sejarah

Pada saat kuliah filsafar sejarah, ada materi yang menarik untuk di bahas yaitu tentang apakah manusia bebas menentukan nasibnya sendiri (Indeterminism) atau manusia tidak bebas (dalam artian dikendalikan) menentukan nasibnya sendiri (determinism). Jika manusia tidak bebas menentukan nasib sendiri, terus siapa yang mengendalikan nasib manusia? Dalam pelajaran tersebut kemudian dijelaskan bahwa yang mengendalikan manusia ada tiga hal yaitu alam sekitar dan isinya, kekuatan yang tidak di kenal, dan Tuhan. Continue reading “Kebebasan, antara Islam dan Filsafat Sejarah”

Jejak Langkah Sang Pencari Ilmu

Desa Lapadewa, yang letaknya di ujung selatan Pulau Buton, tanggal 20 Januari 1993 saya dilahirkan. Saat itu, Masyarakat desa masing sangat tergantung dengan kondisi alam, karena sebagian besar penduduknya adalah petani, termasuk ke dua orang tua saya. Karena masih bergantung dengan alam, maka masyarakat akan memilih tanah yang subur dan baik untuk berkebun karena masyarakat belum mengenal pupuk. Sebagai konsekuensinya, kampung atau desa hanya menjadi tempat kumpul masyarakat pada hari-hari besar, seperti bulan puasa, hari raya Id  dan pesta panen, selebihnya masyarakat menghabiskan waktunya di kebun. Continue reading “Jejak Langkah Sang Pencari Ilmu”